Latest News
  • JAJARAN REDAKSI MENGUCAPKAN TERIMAKASIH KEPADA PEMIRSA YANG TELAH  MELIHAT WEBSITE WWW.BINANGUNCEMERLANGTV.CO.ID, KLIK  YOUTUBE BINANGUN CEMERLANG TV.

Teguh eko rahadi Kades tamansuruh glagah banyuwangi buka sejarah Buyut Surat Keturunan Kerajaan Tawang Alun Blambangan Banyuwangi Jatim


Banyuwangi binanguncemerlangtv.co.id, mengenal sejarah Buyut Surat Keturunan Kerajaan Tawang Alun Blambangan Banyuwangi, adalah rangkaian sejarah untuk kembali memahami dan mengenal Kerajaan Tawang Alun Blambangan.

Generasi muda kedepan memang perlu tahu sejarah sehingga mereka tidak bisa di belokan oleh sekelompk orang yang ingin mencari keuntungan dan ketenaran untuk kelompoknya, setidaknya melalui syiar dan penjelasan oleh kades Tamansuruh bapak Teguh Eko Rahadi menjadi pintu informasi yang mengandung edukasi dan nilai - nilai perjuangan para pendahulu untuk generasi bangsa.

Mondoluko Bersholawat" sebuah perayaan yang menyambut kedatangan bulan suci Romadlhon sekaligus menghormati Haul Buyut Surataruna atau yang akrab disapa Buyut Surat, yang memiliki hubungan erat dengan sejarah perjuangan masyarakat Blambangan melawan VOC kala jaman penjajahan Belanda.

Atas segala sumbangsihnya yang telah menjadi warisan mulia, dan kita memiliki kewajiban untuk menghormati jasa jasanya, menjaga kelestarian nilai nilai luhurnya, baik dari sisi ilmunya yang mendalam maupun contoh perilaku hidupnya yang luhur.’tim red Dari penelusuran awak media pastvnews.com yang di gawangi jurnalis Supriyanto dapat menguak Silsilah trah kerajaan Tawang Alun yang mengalir untuk dapat kita ketahui mengenal sejarah Buyut Surat, menjadi bagian landasan gerakan kehidupan bermasyarakat sekarang dan masa yang akan datang.

Acara sholawatan pada hari Senin (16/02/2026) dusun Mondoluko desa Tamansuruh Banyuwangi ini menjadi bukti nyata bahwa spiritualitas yang tumbuh dari akar budaya lokal senantiasa menyimpan kekuatan untuk menyatukan hati dan pikiran dalam satu getaran yang sama.

Kepala Desa Tamansuruh, Teguh Eko Rahadi SAB mengungkapkan kedalaman makna yang tersembunyi di balik acara tersebut.

"Haul Buyut Surataruna atau buyut Surat bukan sekadar babak sejarah yang harus kita kenang, melainkan cermin yang memperlihatkan bagaimana nilai nilai kebajikan mampu hidup dan berkembang dengan lestari dari satu generasi ke generasi berikutnya," ungkapnya.

Shalawatan ini adalah budaya, kita memiliki kewajiban bersama untuk menjaga kelestarian warisan ini agar tidak tergerus oleh zaman.

Dalam setiap langkah perjalanan kehidupan bermasyarakat, kesadaran akan warisan leluhur ini menjadi pondasi yang membuat masyarakat tetap tegak dan kokoh menghadapi segala tantangan zaman yang terus berdinamika menurut jalannya, dan kedepannya acara shalawatan ini harus terus dilaksanakan setiap tahun,

bukan hanya sekali ini saja karena ini adalah salah satu budaya dari dusun Mondoluko dan sekaligus untuk menjaga nilai silaturahmi dengan leluhur dan masyarakat," jelas Teguh Eko Rahadi SAB  Camat Glagah Drs H Ali Imron hadir dan menyampaikan bahwa acara sholawatan ini menjadi momen awal perkenalannya secara langsung dengan masyarakat Mondoluko.

Alhamdulillah, melalui acara yang penuh berkah ini, saya dapat bertemu dan mengenal langsung saudara saudara masyarakat Mondoluko.

Sebagai Camat Glagah yang baru menjabat, saya sangat menghargai kehangatan dan kebersamaan yang saya rasakan di sini," ucapnya.

Lebih lanjut Drs Ali Imron Camat Glagah juga dengan rendah hati meminta restu serta dukungan dari seluruh masyarakat Mondoluko agar dapat menjalankan tugas dengan baik.

Saya menyadari bahwa tugas memimpin dan melayani masyarakat tidaklah mudah, oleh karena itu saya mohon restu dan doa dari semua saudara saudara sekalian, agar langkah saya dalam menjalankan amanah di Kecamatan Glagah dapat memberikan manfaat yang nyata bagi kesejahteraan bersama.

Saya berkomitmen untuk bekerja sama dengan seluruh elemen masyarakat, menjaga nilai nilai luhur yang ada, serta bersama sama membangun wilayah kita menjadi lebih baik," tandasnya (MSP)

Berita Terkait


Tidak Ada Komentar


Tinggalkan Komentar


*) Wajib Diisi