Putri Vitarini Cahyaning Ratri SE.MM Bertekad Untuk Memberdayakan Potensi
Bantul - media binanguncemerlangtv.co.id Pemilihan Lurah (Pilur) di 30 titik Kalurahan di Kabupaten Bantul yang pemungutan suaranya akan dilaksanakan pada 4 Otober 2026 dan pendaftaran calon pada 23 hingga 4 Agustus 2026 sudah mulai nampak.
Bahkan sudah mulai terasa bahkan mulai ramai bermunculan para calonnya. Salah seorang calon untuk pilur di Srihardono Kapanewon Pundong Kabupaten Bantul ada wanita yang tergolong muda dan terbaik yaitu Putri Vitriyani Cahyaning Ratri kelahiran Bodowaluh RT 6 Srihardono Pundong Bantul pada 21 April 1987.
Putri dapat dibilang selama ini memiliki atensi terhadap kemajuan wilayahnya melalui berbagai kegiatan untuk masyarakat setempat.
Diantara berbagai kegitanya yang selama ini dilakukan diantaranya memberdayakan UMKM, memcerdaskan masyarakat melalui Lembaga Bimbingan Belajar yang didirikan dan dimilikinya guna mempekerjakan para pembimbing dan karyawan sebanyak 40 orang warga setempat.
Selain itu membedayakan para difabel, mempelopori kegiatan bisnis dan wirausaha melalui berbagai usaha diantaranya berjualan kambing dan bisnis pakaian serta menguatkan UMKM.
"Benar saya berkeinginan untuk mendaftar dan terpilih menjadi Lurah Srihardono Pundong Bantul.
Tujuannya secara jujur saya katakan tidak lain berniatan untuk pengabdian untuk membongkar, menggarap yang berbasis potensi wilayah untuk kemajuan Srihardono di masa mendatang melalui berbagai konsep kekinian sesuai dengan tuntutan jaman", tuturnya Putri Vitarini Cahyaning Ratri, saat berbincang dengan awak media BCTV di lembaga pendidikan miliknya Bimbel di dekat Pasar Pundong, pada Kamis (30/7/2026).
Ditanya tentang misinya, Putri yang juga seorang istri Anggota TNI AU, lulusan SD Pundong, SMPN 1 Pundong, SMN 2 Bantul dan D3 Administrasi RS serta S1 maupun S2 STIE Widya Wiwaha Yogyakarta ini, menyampaikan,
jika jadi Lurah diantaranya yang pertama adalah peningkatan pelayanan publik melalui Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP). Yang kedua digitalisasi system.
Ketiga peningkatan perekonomian masyarakat terutama UMKM melalui "Desa Prima" dengan berbagai langkah yang ditempuh lewat support alat mixer, pembuatan sabun cuci piring.
Selainitu support marketing promosi sabun cuci piring. Selain itu juga support banner promosi usahapertanian lewat Gapoktan, membantu pencairan bantuan treser.
Memberdayakan Gapoktan Kembangkerep & Candi. Selain itu akan memberdayakan desa Percontohan Pertanian RT (KWT). Yang juga akan ditempuhya support Pupuk. Mensuoport kemaum pemuda lewat Karang Taruna.
Selain itu mensupport kegiatan 17'an. Yang juga tergolong penting mendukung dan atensi terhadapa para difabel.
"Yang akan saya tempuh itu tujuanya guna memberikan ruang yang lebih maksimal untuk difabel sehingga nantinya mereka dapat lebih mandiri dan kedepannya para difabel mampu menjadi subyek bukan hanya sekedar objek", tambah Putri yang juga dikenal lincah berkegiatan di masyarakat.
Misi selanjutnya yang juga akan dirtempuh adalah penampungan aspirasi masyakat melalui Putri Vitarina / Bu - Lur Center.
"Saya sebenarny selama ini meresa gemes jika melihat berbagai potensi wilayah Srihardono menggarapnya masih kurang optimal. Maka sebagai energi muda akan menggarapnya sesuai dengan tuntutan jaman.
Hasil garapanys untuk memberdayakan wilayah oleh seluruh lapisan masyarakat bersama pihak manapun asalkan hasilnya positif dan untuk kemajuan", tuturnya.
Ditanya tentang potensi di Srihardonono yang diyakini dan dioastikan akan tergarap serius diantarnaya UMKM berupa industri miedes (bakmi pedes), monumen titik gempa bumi tektanik tsmahun 2026 yang sebenarnya dapat diagarap merupakan tempat untuk pengembangan wisata sekaligus studi gempa.
Selain itu banyak terdapat lokasi lsin yagg sebenarnya dapat dikembangkan untuk obyek wisata untuk kemajuan warga dan wilayahnya. "Saya memang meminta doa restu dan dukungan untuk menjadi Lurah.
Namun bukan karena jabatan semata karena kendati saya sudah banyak kesibukan, namun kerena untuk mem berdayakan wilayah ini' sambungnya.
Upaya pemberdayaan seperti itu sangat diperlukan di masa kini dan mendatang agar masyarakat benar- benar mampu mandiri.
Masyarakat sudah tidak bisa mengandalkan lagi kepada Pemerintah Kabupaten dalam membangun wilayahnya.
Hal itu penyebabnya adalah karena finansial pemerintah menyurut bahkan Dana Desa (DD) untuk kalurahan termasuk Srihardono juga dilakukan pemotongan oleh Pemwmerintah dengan alasan minimnya financial yang tersedia.
"Mari kita semua kerja bareng guna menatap dan memajukan wilayah di massa mendatang untuk Srihardono", demikian ajakan Putri seraya menutup perbincanganya dengan wartawan media BCTV. Sup
Berita Terkait