Latest News
  • JAJARAN REDAKSI MENGUCAPKAN TERIMAKASIH KEPADA PEMIRSA YANG TELAH  MELIHAT WEBSITE WWW.BINANGUNCEMERLANGTV.CO.ID, KLIK  YOUTUBE BINANGUN CEMERLANG TV.

Subandi Giyanto Ahli Lukisan Kaca Asal Gendeng Bantul Diminati Konsumen Mancanegara


Subandi Giyanto Ahli Lukisan Kaca Asal Gendeng Bantul Keahlian (skill dan kopetensi) sangat diperlukan oleh setiap orang dalam bekerja untuk mendapatkan penghasilan dan kepuasan serta jati diri bahkan pengembangan ilmu pengetahuannya.

Hal itu yang dilakukan oleh Subandi Giyanto (68) warga Gendeng Bangunjiwo Kasihan Kabupaten Bantul.

Subandi Giyanto adalah sosok yang ahli tentang tatah sungging, lukisan wayang kulit dan lukisan kaca. Pria ini merupakan lulusan SMSR Yogyakarta dan saat itu sudah memulai menggeluti tatah sungging wayang.

Sedabkan Dusun Gendeng sendiri memang merupakan centra tatah sungging itu sejak turun temurun.

"Saya memang sejak remaja sudah menggeluti pekerjaan tatah sungging. Terus mengeluti pekerjaan itu selain sebagai PNS.

Akhirnya lantaran mendapatkan saran seseorang, saya mulai mengembangkankanya dengan membuat lukisan kaca dan hingga kini masih bahkan juga diminta mengajar di ISI Yogyakarta", ungkap Subandi Giyanto kepada pers dalam acarq dinamika ekspos potensi Bantul bekerjasama dengan Diskominfo Kabupaten Bantul, di rumah produksinya Gendeng Bangunjiwo Kasihan Bantul, Selasa (14/7/2026).

Ia bertutur, meski dirinya pernah diajari melukis kaca, namun sebenarnya keterampilan itu dapat dibilang otodidak karena pihaknya dalam melukis kaca harus banyak percobaan untuk menemukan tehniknya. Melukis kaca dilakukan terbalik.

Yang ditulis sisi belakang. Sedangkan yang dilihat (hasilny) sisi baliknya. Jadi lain dengan lukisan biasa lainya.

"Yang saya lakukan dan rasakan adalah dapat diumpamakan seperti penjual gorengan. Maksudnya terus membuat gorengan agar sewaktu waktu ada konsmen dapat memenuhinya.

Umpanya pula sebagai tukang tambal ban. Siap menambal ban jika ada orang yang banya bocor atau kempes", tambahnya.

Ia juga menuturkan, dirinya tidak mematok harga tertentu tentang hasil karyanya, namun pada dasarkanya konsumen sudah paham tentang harganya.

Dengan cara itu nyatanya alhasil lukisanya banyak diminati kunsumen termasuk asal negara lain. "Saya memang menikmati kejayaan pada masa Penerintahan Presiden Soeharto.

Saat itu banyak orang-orang penting yang mebutuhkan lukisan kaca. Namun setelah itu hinga saat ini bisa dibilang biasa biasa saja meski ada konsumenya", katanya.

Orang-orang penting di Pemerintahan Pak Harto saat itu, banyak membeli hasil karya seni tatah sungging termasuk lukisan kaca karena Pak Presiden saat itu beratensi terhadap seni budaya termasuk tatah sungging kaca.

"Hasil karya saya memang relatif laku dan diminati konsumen. Tapi seni seperti ini, bagi saya adalah kepuasan dan mengembirakan", sambungnya.

Sambil memperagakan cara melukis kaca kaca (tatah sungging), Giyanto menyampaikan, pihaknya banyak memperoleh penghargaan tentang tatslah sungging dan lukisan kaca. Ada yang dari Kementrian, Gubernur DIY dan Bupati Bantul.

Itu semua dinilai sebagai penghargaan dan pemutivasi perajin untuk berkarya, melestarikan dan mengembangkan seni tatah sungging wayang termasu lukisan kaca.

Subandi Giyanto yang hingga kini masih kelihatan gesit itu, mempunyai Art Studio lukisan Wayang, Wayang Kulit dan amaterial Tatah Sungging di Gendeng. Sup

Berita Terkait


Tidak Ada Komentar


Tinggalkan Komentar


*) Wajib Diisi