Bantul media binanguncemerlangtv.co.id. Ketua DPD Asosiasi Petani Tembakau Indonesia (APTI) DIY, Sukro Nur Harjono melaksanakan penanaman perdana tembakau tahun 2026 di lahanya yang berada didekat Sekolah Polisi Negara (SPN) Polda DIY Selopamioro Imogiri Bantul, pada Senin (6/4/2026) aksi ini sekaligus untuk mengajak para petani agar waktu mulai tanamnya lebih awal.
"Alasanya info yang kami terima dari BMG menyebutkan bahwa tahun ini musim kemarau pendek.
Hal ini sehingga mengingatkan para petani tembakau agar nanamnya lebih maju 1 bulan daripada biasanya", kata Sukro Nur Harjono saat memanam tembakau di lamanya di Nogosari dekat SPN Polda DIY.
Dikatakan, hal itu perlu diperhatikan, mengingat pengolahan sangat membutuhkan panas matahari yang cukup sehingga Bulan September 2026 sudah selesai memanen atau memetiknya, harapanya petani akan mendapatkan kualitas tembakau yang baik dan tuntas tidak kena hujan. Biasanya musim tanam Bulan Mei dan akan dipanen Bulan Juli.
Namun karena mini kemarau pendek, maa waktu tanamnya maju pertengan atau akhir Bulan April 2026 sudah selesai manen.
Prediksi kemarau pendek ini perlu kita sampaikan kepad semua petani di Diy agar tidak mengalami kerugian.
Di DiY ini hanya 3 kabupaten yang menanamnya yaitu Bantul sekitar 400 hektare tersebar di 5 Kapanewon (Kecamatan) yaitu Imogiri, Pundong Pleret, Dingo dan Piyungan.
Khusus yang terbesar di Selopamioro Imogiri Bantul 100 hektare, di Sriharjo Imogiri 25 hektare, Seloharjo Poundong ada 25.
Dlingo 50 hektare, Piyungan 50 hektar Pleret 50 hektare sehingga totalnya 300 hektare di Bantul.
Di Gunungkidul 300 hektare dan 300 hektare di Sleman sehingga di DiY totalnya ada sekitar 900 hektare.
Untuk memaksimalkan produksi petani tembakau bebas untuk menentukan jenis bibit yang cocok sesuai karakter jenis tanah yagg paling cocok yaitu diantaranya kedu sili, kedu menilo, bligon, sadana, firginia dan grompol", ungkap Sukro yang juga warga Sopamioro.
Ia menambahkan, monggo (silahkan) bisa kerjasama dengan pihak ketiga. namun pihaknya wanti-wanti (berpesan dengan serius), pihaknya sebagai Ketua APTI DIY menyampaikan, jika kerjasama, maka taati aturan main yang disepakati jangan sampai terjadi kesalah pahaman. Jangan sampai ada yang dirugikan silahkan bermitra.
"Kita harus bersaing dengan komuditi jenis tanaman lain karena semakin lama petani banyak pilihan dan akhir-ahir ini banyak yang beralih ke cabe dan bawang merah, maka oleh karenanya kita harus pandai bermitra", pungkas Sukro. Spd