Banguntapan Bantul- Binanguncemerlangtv.co.id, Pemerintah Kapanewon Banguntapan Kabupaten Bantul menggelar Sarasehan Hari Jadi Ke-195 Kabupaten Bantul denan tema Dharmaning Satriya Akarya Raharjanijg Nagari di pedapa kapanewon ini, Jumat (17/7/2026) malam.
Pada kesempatan ini selain disampaikan matriks saresehan.oleh para nara sumber seorsng diantaranya Panewu Banguntapan I. Nyoman Gunasrsa A.Psi.M.Psi dan sejjnlah tok9h masyarakat yang menyampaikan sejarah Bangunrapan.
Untuk menghubut.dan menyemarakan juga dihibur denan tarian jawa golek ayun ayunboleh penari putri. "Kali ini untuk menyemangati Hari Jadi Ke-195 Kabupaten Bantul. Dihadiri oleh berbaainpihak unsur Bamuskal, pamong, LPM, dan ormas termasuk NU dan Muhammadiyah dan tokoh budayawan Banguntapan", ungkap Panewu Bangunrapan I. Nyoman Gunarsa.
Memang malam ini semuanya Kepanewon di Bantul mengadakannacara serupa. Banguntapqn kapan berdirinya dapat dengan cara mendengarkan pemeteri yang malam ini berbicara. Banguntqpan sangat kental dengan HB II diajtsrsnya peningkatan adanya Goa Siliman di Banthengan Kalilirahan Banguntapan. Itu semua bagusnya dari reproduksi Banguntapan yang masyarakatnya sangat majemuk.
Maka.perlu adanya peran Forum Komunikasi Umat Beragama (FKUB) agar masyarakat menjadi lebih maju. "Perbedaan menjadi.sebyah warna untuk pemberdayaan wilayah dan bukan sebaai kendala", tambahnya.
Sementarw itu Narasumber Ir. Warsono yang juga pisiunan PNS, menyampaikan, tentang sejarah Banguntapan menurut ceritera rakyat bahwa Siniwun Pakubuwno keII yang juga disebut Banguntapo.
Ia sosok yang kaya raya dan kuasa serta bikasana. Beliau membangun 14 Goa Selumam dan Warungboto. Bahkan ada puluhan pasanggrahanya berada di Jawa Tengah dan Jawa Timur.
"Setiap saat pasanggrahan pasanggrahan dirawuhinya untuk meendekatkan diri kepada rakyat Beliau berkuasa puluhan tahun. Berhasil menjalankan pemerintahan.
"Saat itu ada kejadian perang. yaitu perang antara Sultan dengan Inggris. Tentara Inggris masuk ke Karaton dan banyak harta Karaton dibawa oleh Invgris dan dibawa ke Gedung Agung dan keluar Indonesia. bahkan beliau diasingkan dibuang ke Malaysia dan dipengaruhi di bawah tanah dijaga pasukan Inggris dengan kuat dan ketat", ungkap Warsono.
Namun, setiap hari belia dapat keluar dan pergi ke pasar Raman Raja Jawa (kini jadi distinasi wisata). Maka penjaga penjara bingung.
Barang belanja itu oleh beliau dibagikan kepada rakyat. Ahirnya rakyat tahu ada orang Jawa yang membagi bagi belanjaan. Itu ternyata benar bahwa. sosok itu adalah Sinuwun Paku Buwono II. Makin hari pengikut beliau semakin banyak.
Penjaga itu banyak dikunjungi oleh banyak orang sehingga penjaga semakin bingung. Ahirnya beliau dikembalikan ke Karaton ( ke Jawa).
"Yang dapat dipetik informasi, meski dalam keadaan sulit, ia maih sasmaoro dono (senang memberi). Alasanya mereka merasa bersalah kepada Prabu Hanyokro Kusumo karena kerjaan sampai dimasuki oleh musuh. "itu semua ceritera rakyat. Beliau berbicara aku tak Banguntapo (Bamguntapan).
Disini banyak turun wahyu, namun beliau merasa malu. Maka beliau berapa di Goa Seluman (Pesanggrahan Wonocatur) yang ada sendangnya. Ia berendam agar hidup tetap dapat bernapas. Pasangrahan Wanocatur disebut Goa Siluman karena Belia dan lingkungan masuk ke empat dimensi. Beliau berapa dengan tujuan memakmurkan rakyat dan Kerajaan.
"Itu untuk karaharjaning projo, beliau melempar batu yang batunya sampai ke Wonogiri. "Itu semua adalah ceritera rakyat.
Untuk melenkapinya para hadiri juga dapat membyamoaikan informasi tentang sejarah Banguntapan. Suasana sresehan semakin hidup dan momunikatif karena banyak pertanyaan dari para peserta. Sup
Berita Terkait