Banyuwangi media binangun cemerlangtv.co.id, lintas warta wisata, tempat yang satu ini merupakan situs bersejarah letaknya ditengah hamparan Teluk Pang Pang, Kabupaten Banyuwangi Jawa Timur.
Lokasi terserbut berjarak sekira satu kilometer dari batas pemukiman warga dan terdapat sebuah bangunan serta ada ruang sakralnya, candi megah ini bernama Candi Purwo.
Di lokasi yang sama dulu masyarakat sekitar menyebutnya sebagai Situs Gumuk Gadung yang terletak di kawasan penyangga Taman Nasional Alas Purwo di wilayah Perhutani KPH Banyuwangi Selatan, tempat ini didirikan pada tahun 1990 an kemudian untuk Candi Purwo mulai ramai dikunjungi para peziarah sejak tahun 2005.
Meski usianya belum tua, ia telah tumbuh menjadi cerminan bahwa nilai sakral tidak selalu diukur oleh usia, melainkan oleh kesucian niat dan keselarasan dengan alam semesta. Jalan menuju ke sini mengajarkan makna kesabaran.
Aksesnya hanya dapat ditempuh dengan sepeda motor, dan saat air laut pasang, jalur itu seolah ditutup oleh alam sendiri, tidak dapat dilalui hingga air surut kembali.
Seakan tempat ini memiliki aturan tersendiri ia tidak memudahkan bagi siapa saja yang sekadar ingin lewat, melainkan membuka diri hanya bagi mereka yang datang dengan ketenangan dan kesediaan menunggu sebuah pelajaran bahwa hal-hal yang berharga sering kali tidak mudah dicapai.
Menurut info warga setempat, menceritakan asal mula candi sebagaimana yang hidup dalam kisah yang diwariskan turun-temurun masyarakat.
Candi Purwo ini didirikan atas petunjuk yang diterima Wayan Sucita seorang tokoh dari Pulau Bali. Beliau mendapat arahan spiritual dari dalam batin untuk mendirikan bangunan suci di tempat ini.
Konon, semua bahan pembangunannya pun diangkut melintasi perairan dengan perahu, seolah membawa jiwa dan niat baik dari tempat yang jauh untuk bersatu dan berakar di tanah ini Kini, Candi Purwo menjadi ruang hening untuk merenung dan memahami hakikat diri.
Di sini, keyakinan masyarakat meyakini telah terjadi pertemuan yang melampaui batas ruang dan waktu titik temu antara Prabu Brawijaya, Sabdo Palon, dan Sunan Kalijaga.
Sebuah gambaran filosofis bahwa kebenaran, kebijaksanaan, dan kedamaian dapat bertemu dan menyatu meski datang dari jalur dan ajaran yang berbeda mengajarkan bahwa persatuan adalah inti dari segala nilai luhur.
Satu diantara seorang peziarah yang datang namun tak mau di sebut namanya mengatakan ke lokasi untuk melakukan ritual meditasi Ia juga menyampaikan pengalamannya dengan pandangan yang mendalam, di Candi Purwo ini pun tidak seperti yang dibayangkan atau diceritakan orang.
Justru yang terasa adalah energi yang menyejukkan, menenangkan, dan memeluk jiwa dengan lembut," terang nya Minggu 14/06/2026
"Oleh karena itu, bagi siapa saja yang berniat datang, usahakanlah selalu berpikiran positif. Sebab di tempat seperti ini, apa yang kita bawa dalam hati dan pikiranlah yang akan kita rasakan.
Jika kita datang dengan rasa takut, maka yang terasa adalah kegelisahan jika kita datang dengan pikiran terbuka dan b niat baik, maka kedamaian akan mengalir dengan sendirinya.
Di sini, batin menjadi jernih, suara hati lebih terdengar, dan kita diajak untuk menyadari bahwa segala sesuatu memiliki wujud dan makna yang sebenarnya, terlepas dari cerita yang dibentuk oleh anggapan orang lain,” tandasnya
Secara kedudukan, tempat ini juga menjadi salah satu pintu gerbang menuju kawasan Alas Purwo yang dipandang sebagai penjaga keseimbangan alam dan cerminan keagungan semesta.
Meskipun memiliki pesona rohani dan makna yang mendalam, Candi Purwo masih tersembunyi dari pandangan khalayak luas,
bagaikan permata yang tidak dipajang, namun menanti untuk ditemukan oleh mereka yang datang bukan sekadar melihat dengan mata, melainkan merasakan dengan hati dan memahami dengan jiwa.(Team Red)
Berita Terkait