Sleman- media binanguncemerlangtv.co.id warta hukum, Aliansi Rakyat Peduli Indonesia (ARPI ) mendukung penuh Kejari Sleman dalam mengusut tuntas kasus dugaan korupsi dana hibah pariwisata tahun 2020. Aliansi Rakyat Peduli Indonesia (ARPI) melalui unjukrasa yang digelar di Halaman Kejaksaan Negeri Sleman, Selasa 17 Desember 2024 yang lalu sangat menarik perhatin publik.
Bentangan spanduk berisi dukungan kepada kejaksaan terpampang di pintu gerbang kejari sleman, sebagian lainnya tergelar hingga di tulisi dengan pilok warna merah ARPI mendukungan kepada Kejari Sleman dengan orasi di depan Kantor Kejaksaan Negeri Sleman, secara damai,
Ketua Umum ARPI Dani Eko Wiyono menjelaskan bahwa kegiatan sebagai salah satu bentuk dukungan moral kepada Kejari Sleman untuk segera menentukan siapa Tersangka dalam dugaan kasus korupsi dana hibah pariwisata 2020 , Kami meminta agar Kejari Sleman segera ungkapkan tersangka dalam kasus tersebut, jelas Dani.
Lebih lanjut Dani juga menegaskan jika Kejari Sleman tidak menutup kemungkinan ARPI akan kembali kerahkan masa lebih besar, Kita meminta batas waktu pengungkapan dalam kasus tersebut, dan nantinya ARPI akan kerahkan masa lebih besar lagi jika Kejari Sleman tidak segara merilis dan menetapkan tersangka dalam kasus ini," Tandas Dani.
Kasus dugaan korupsi Dana Hibah Pariwisata Sleman sudah lama mencuat menjelang hari Pers nasional 2023 yang lalu dan saat itu puluhan awak media DIY menggruduk Kejari Sleman yang saat itu awak media di temui Riski dari kantor setempat, dan saat itu pula untuk mendukung kejaksaan agar dugaan korupsi dana pariwisata pelakunya di gelandang maka banyak media menyorotinya, hingga akhirnya di penghujung akhir tahun 2024 dan pasca pilkada menjadi kabar paling heboh dan sangat seru yang dugaan bisa menyeret sejumlah pejabat yang ikut menikmati uang dana pariwisata
NAIK N. MEX DAN KE LABUHAN BAJO ?
Sementara media ini mendengar sruwing sruwing (samar samar) bahwa sejumlah sumber menyebutkan, Dugaan dana yang di gondol para pencoleng mencapai 11 milyar, kemudian uang sebesar itu ada yang menyampaikan untuk kegiatan kunjungan piknik ke NTB di labuhan bajo dan di Sana ada yang menyewa menggunakan motor N Mex, rombongan wisata ini menuju destinasi dalam satu Bus exsekutif, bahkan ada juga yang naik pesawat hingga menemukan bording pasnya atau tiket pesawat. ‘Benarkah ?
11 MILYAR TERBAGI 2 RP 3 MILYAR DAN 8 MILYAR ?
Sedang info yang lain dugaan penggunaan dana tersebut di rencak terpisah menjadi dua yakni 8 milyar dan 3 milyar sehingga total uang negara dugaan terkorupsi totalnya 11 milyar. Teka teki penggunaan dan jumlah rupiah dan peruntukannya hingga siapa yang akan tersangkut tentu akan terkuak jika kejaksaan menetapkan para tersangka hingga berujung mensidangkannya di pengadilan Tipikor.
Sedang intii dari demo aliansi ini jangan sampai yang di tetapkan itu hanya kroco atau yang kecil, cari dalangnya ‘kata ketua Aliansi Dani Eko.’ Tim red