Latest News
  • JAJARAN REDAKSI MENGUCAPKAN TERIMAKASIH KEPADA PEMIRSA YANG TELAH  MELIHAT WEBSITE WWW.BINANGUNCEMERLANGTV.CO.ID, KLIK  YOUTUBE BINANGUN CEMERLANG TV.

Sejumlah nasabah Ksp bantul merasa tertipu uang deposito tak bisa di ambil


Winnie Atuti dan Mbok Ginem saat menunjukan bukti setoran ke KSP Mekarsari. Bantul-media binanguncemerlangtv.co.id, lintas kasus,

Para nasabah yang jumlahnya belasan di DIY termasuk asal Bantul yang menyimpan uang di Koperasi Simpan Pinjam (KSP) Mekarsari yang berpusat di Jakarta dengan nama Program Dana Sejahtera merasa tertipu sehingga mereka resah dan bingung.

Kabar tersebut ramai menjadi perbicangan masyarakat pasalnya uang mereka yang disimpan dalam bentuk tabungan sistim berjangka tidak dapat dicairkan. Selain bunganya juga mandek, bilyet (bukti kepemilikan deposito) yang jatuh tempo juga tidak bisa ditarik. Berbagai upaya dan komunikasi telah dilalukan oleh mereka ke pihak KSP Mekarsari namun tidak ada jawaban pasti. Dalam hal ini hanya dikatakan jika pihak koperasi sedang mengalami kesulitan keuangan.

Menurut salah seorang yang memiliki tabungan, Winnie Astuti (70 tahun) warga Baciro Baru Kota Yogyakarta, mengaku dana yang disimpan di koperasi tersebut total mencapai Rp 2,6 miliar.

Penyetorannya dilakukan secara bertahap, ada yang Rp 250 juta, Rp 500 juta dan ada yang setoran Rp 1 miliar.

Ia mengungkapkan, untuk penyetoran dana simpanan itu saya melalui sales Mbak 'S'. Saya kenal Mbak ini sudah lama dari berbagai perusahaan jadi kenal baik.

Kalau di Mekarsari sejak 2022 dan selama ini pembayaran bunga lancar besaranya sekitar Rp 18 juta tiap bulan. Begitupun kalau ada yang jatuh tempo (bilyet) terbayar lancer paparnya.

"Namun kata dia sejak September 2025 bunga simpanan tidak lagi cair. Uang simpanan pokok yang jatuh tempo bulan Januari Rp 500 juta juga tidak bisa dicairkan.

Kendati demikian saya telah minta berkali-kali pada pihak koperasi untuk saya cairkan, namun faktanya tidak cair, dengan alasan tidak ada uang,"kata Winnie di rumahnya, Jumat (23/1/2026).

Tentu saja, ungkapnya, dirinya bingung dengan kondisi yang ada. Mengingat uang tersebut adalah simpananya yang dijadikan investasi di hari tua. Selain dirinya, ada belasan korban lain yang nasibnya serupa.

"Saya mohon dan ingin uang saya bisa kembali,"kata Winne seraya menunjukan berbagai bukti setoran.

Pencairan dana dari ksp tersebut juga di alami Mbok Ginem (64 tahun), asal Seloharjo Pundong Bantul juga mengaku turut menjadi korban. Uang tabungan hasil bekerja puluhan tahun miliknya juga tidak jelas nasibnya.

Lah uang saya itu hasil kerja sama ibu Winnie astuti. Saya bekerja kan kalau makan dan lain lain dicukupi ibu itu. Jadi gaji di transfer ke tabungan saya sekarang uangnya kemana tidak tahu,"kata Mbok Ginem.

Menurutnya, jika ditotal uang yang disetorkan ke KSP Mekarsari melalui sales 'S" mencapai Rp 80 juta.

Menghadapi situasi yang ada, Winnie telah menunjuk pengacara dan melaporkan kasus ini ke Polda Metro Jaya. T

entang pemeriksaan pertama telah dilalukan pada 7 Januari 2026 silam. Ada korban lainya yaitu Euis, asal Godean Sleman mengaku telah menyetor uang Rp 285 juta. "Saya ingin uang kami kembali untuk memenuhi kebutuhan dan usaha,", katanya.

Para korban mengharapkan Kementerian Koperasi dan UKM, Pemerintah Daerah dan instansi terkait segera turun tangan untuk melindungi anggota koperasi serta memastikan pengelolaan dana masyarakat dilakukan sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku.

Sementara itu, sales 'S' saat dihubungi, mengatakan, saat ini memamg KSP Mekarsari dalam kondisi belum bisa membayarkan uang nasabah di 17 Cabang se-Indonesia.

"Kalau total nasabah keseluruhan di DIY, saya kurang tahu pasti, namun dikisaran setoran Rp 53 miliar.

Kalau yang melalui saya Rp 14 miliar untuk 20 nasabah. Sedangkan selebihnya melalui sales lain karena di DIY jumlahnya ada 4 sales. Di DIY mereka berkantor di wilayah Umbulharjo", pungkasnya. Tim red

Berita Terkait


Tidak Ada Komentar


Tinggalkan Komentar


*) Wajib Diisi