Latest News
  • JAJARAN REDAKSI MENGUCAPKAN TERIMAKASIH KEPADA PEMIRSA YANG TELAH  MELIHAT WEBSITE WWW.BINANGUNCEMERLANGTV.CO.ID, KLIK  YOUTUBE BINANGUN CEMERLANG TV.

Gus Hilmy Gelorakan Keteladanan Qurban Nabi Ibrahim – Nabi Ismail dari Masjid Agung Bantul


Anggota DPD RI DIY KH. Dr Hilmy Muhammad MA saat berkhutbah Idul Adha 1447 H di Masjid Agung

Manunggal Bantul Bantul - media binanguncemerlantv.co,id, Dalam khutbahnya Ibadah Sholat Idul Adha 1447 H (2026), Rabu (27/5/2026), di Masjid Agung Manunggal Bantul, Anggota DPD RI Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).

KH. Dr. Hilmy Muhammad MA (Gus Hilmy) menggelorakan pentingnya memaknai dan mentauladani pengorbanan yang dilakukan Nabi Ibrahim AS dan putranya Nabi Ismail AS dalam kehidupan dan keluarga sesuai keIslaman. "Hadirin-hadirat yang kami muliakan,

Alhamdulillah di pagi hari yang cerah dalam suasana kegembiraan Idul Adlha Tahun 1447 H ini kita bisa berkumpul di tempat yang semoga diberkahi oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala. Kasih sayang dan kesejahteraan semoga senantiasa terlimpahkan kepada kekasih Allah,

Nabi Muhammad shalla Allah ‘alayh wasallam, seluruh keluarga, para sahabat dan kita semua para pengikut beliau, amin ya mujibas-sa`ilin. "Marilah kita haturkan syukur yang sebesar-besarnya kepada Allah Ta’ala, yang telah memberi nikmat dan anugerah yang tak terhingga banyaknya.

Mari ungkapan itu kita upayakan melalui penguatan takwa kita, dengan cara melihat dan mencermati apa yang kita lakukan", demikian Gus Hilmy.

Disampaikan, apabila yang akan kita lakukan telah sesuai dengan perintah Allah SWT dan tuntunan Rasulullah, maka segera laksanakan rencana tersebut.

Sedangkan apabila yang akan kita lakukan ternyata bertentangan dengan petunjuk keduanya, maka segeralah ditinggalkan dan dibatalkan. Hari ini Umat Islam berkesempatan merenungi perjalanan salah seorang putra terbaik dalam sejarah peradaban manusia yakni

Kanjeng Nabi Ismail ‘alayhis salam. Beliau putra yang sangat diidam-idamkan oleh ayah beliau, Kanjeng Nabi Ibrahim ‘alayhis salam, dan dilahirkan saat beliau sudah berumur 86 tahun. Peristiwa penyembelihan kurban merupakan monumen terbesar dan bukti dokumen terhebat bagi bentuk kebaktian anak terhadap orangtuanya.

Peristiwa ini dimulai setelah Kanjeng Nabi Ibrahim mendapat wahyu Allah berupa mimpi untuk menyembelih putranya, Ismail.

Tentu karena perintah Allah, maka Nabi Ibrahim mematuhinya. Beliau kemudian menyampaikan hal tersebut kepada putranya.

"Meski sebenarnya Nabi Ibrahim dapat saja beliau langsung menyembelih putranya saat lengah, atau ketika sedang tidur. Akan tetapi beliau menjelaskan terlebih dahulu agar hal tersebut dapat menjadi pemahaman bagi sang anak", ungkapnya.

Nenurutnya, Beliau berkata sebagaiman Dalam Alquran Surah Asahofat yaitu Wahai anakku, sesungguhnya aku bermimpi bahwa aku menyembelihmu. Maka bagaimana pendapatmu.

Seketika itu ????Nabi ismail AS menjawab wahai Bapakku, kerjakanlah apa yang diperintahkan kepadamu. Insya Allah kamu akan mendapatiku termasuk orang-orang yang sabar", ungkap Hilmy Muhammad menyampaikan, maka wahai anak muda, lihatlah jawaban Ismail.

Setelah mendengar perintah bapaknya, dan perintah itu berdasar perintah Tuhan, maka Ismail menjawab dengan mantab, “Laksanakan perintah Tuhanmu.

Dan aku akan menjadi anak yang patuh dan sabar”, isi jawaban yang luar biasa dari anak yang istimewa. Saking hebatnya, Al-Qur’an mendokumentasi peristiwa ini, dan Islam mengabadikannya dengan perintah berkurban. Nabi Ismail tidak menolak perintah bapaknya, karena perintah itu berdasar wahyu.

Nabi Ismail tidak membantah perintah itu, meskipun perintah itu seperti tidak masuk akal. Nabi Ismail menerima perintah itu dan menjalaninya dengan penuh kesabaran, karena beliau paham bahwa

"Kerellaan Allah bergantung pada kerelaan orang tua, dan murka Allah bergantung pada murka kedua orang tua. Sungguh pelajaran yang luar biasa bagi kita semua yang masih berstatus anak. Khususnya lagi anak muda.

Tidak selayaknya kita membantah apapun perintah orang tua, bila perintah itu memang berdasar ajaran agama. Hal itu seperti perintah untuk bangun pagi subuh, perintah memakai jilbab, perintah untuk berjamaah, larangan begadang dan sebagainya.

Sungguh tidak layak ada anak yang enggan menerima perintah bangun subuh karena alasan udara masih dingin, atau menolak memakai jilbab karena alasan memakainya jadi terasa sumuk dan panas", papar Gus Hilmy.

"Kaum Muslimin sekalian, demikian halnya dengan Bapak-Ibu selaku orang tua. Apabila panjenengan ingin memiliki putra yang patuh dan taat seperti Nabi Ismail,

maka panjenengan selaku orang tua juga harus berperilaku zeperti Nabi Ibrshim. Bila ingin memiliki anak seperti Nabi Ismail, maka kita harus bisa menjadi orangtua seperti Nabi Ibrahim.

Jadilah Anda orangtua yang bisa dijadikan contoh oleh anak-anak, dan panutan dalam keluarga, yang karena itu dapst dipercaya dan dijadikan role model oleh seluruh anggota keluarga.

Jagalah mulut Anda dari dusta, berkata kotor, dan misuh-misuh. Janganlah menyuruh anak ke masjid, sementara orangtua sendiri tidak jamaah di masjid", lanjutnya.

Sungguh anak-anak akan patuh dan taat kepada anda bukan sebab uang yang anda berikan kepada mereka, tetapi berkat kepercayaan dan kekaguman mereka kepada anda selaku orang tua.

Dengan itu, semoga anak-anak akan senantiasa menjadi intan mutiara seperti yang Anda harapkan dan anda banggakan, sebagaimana dinyatakan oleh seorang penyair ysitu nikmat Allah itu banyak sekali, tiada habisnya.

Namun nikmat yang paling agung adalah memiliki anak-anak yang pinter dan shaih/sholihah. Shalat Id kali ini selaku Imam Joko Winarno S.Kom. Hadir pula Forkompimds Kabupaten Bantul seorang diantaranya Bupati H. Abdul Halim Muslih. Sup

Berita Terkait


Tidak Ada Komentar


Tinggalkan Komentar


*) Wajib Diisi