Lintas Daerah
rasa haru dan syukur warnai penyambutan para jamaah haji di bantul foto kegiatan jamaah di bantul 10/6/2026 Bantul - media pastvnews.com Rasa haru bercampur rasa syukur mewarnai penymmbutan kemablinya para jamaah…
Saturday, 13 June 2026
kirab budaya warga
Bantul - Media binanguncemerlangtv.co.id dalam rangka memperingati Hari Lahir Pancasila, Kampung Pancasila Sumbermulyo Kapanewon Bambanglipuro, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, bekerja sama dengan Museum Wayang Beber Sekartaji menyelenggarakan ' Festival Wayang Beber Pancasila 2026' dengan tema “Aku Bumi:
Kebangkitan Warisan Nusantara untuk Masa Depan Indonesia.” Festival ini menjadi ruang perjumpaan antara nilai-nilai Pancasila, pelestarian budaya, dan kepedulian terhadap lingkungan hidup.
Berbagai kegiatan digelar untuk melibatkan masyarakat lintas generasi, mulai dari anak-anak hingga orang dewasa. Rangkaian kegiatan festival meliputi lomba mewarnai, bercerita dan sarasehan kebudayaan, kirab serta merti wayang neber Pancasila, hingga pementasan ketoprak. Ratusan peserta mengikuti lomba mewarnai wayang beber.
Sementara hasil karya mereka dipamerkan di sepanjang pagar jalan kampung Pancasila sehingga dapat dinikmati oleh masyarakat dan pengunjung.
Salah satu agenda utama festival adalah kirab dan merti wayang beber Pancasila yang tahun ini mengangkat tema pelestarian lingkungan hidup. Kegiatan diawali dengan pementasan wayang neber Pancasila di Pendopo Museum Wayang Beber Sekartaji.
Dalangnya Indra Suroinggeno, membawakan kisah Sang Hyang Sutasoma yang dikenal sebagai sumber lahirnya semangat Bhinneka Tunggal Ika dan nilai-nilai yang menjadi fondasi Pancasila.
Setelah pementasan, peserta mengikuti kirab budaya dengan membawa berbagai tanaman serta replika Burung Garuda Pancasila sebagai simbol kehidupan, persatuan, dan kecintaan terhadap alam.
Kirab juga dimeriahkan oleh kehadiran patung Garuda berukuran besar serta ogoh-ogoh Purusada yang melambangkan kerusakan lingkungan akibat perilaku manusia yang tidak bertanggung jawab.
Di penghujung kirab, digelar pertunjukan teatrikal yang menggambarkan pertarungan antara Sang Hyang Sutasoma bersama Garuda dan para Pejuang Bhinneka melawan Raja Gelap Purusada.
Dalam adegan tersebut, Purusada digambarkan membawa berbagai sampah plastik yang menjadi simbol pencemaran dan perusakan lingkungan.
Anak-anak sebagai representasi generasi masa depan tampil mengusir dan mengalahkan Purusada sebagai pesan bahwa menjaga bumi merupakan tanggung jawab bersama.
Penggagas Festival Wayang Beber Pancasila sekaligus dalang Wayang Beber, Indra Suroinggeno, menjelaskan bahwa tema lingkungan dipilih sebagai bentuk kepedulian terhadap berbagai persoalan ekologis yang dihadapi masyarakat saat ini.
Menurutnya, nilai-nilai Pancasila tidak hanya mengatur hubungan antarmanusia, tetapi juga mengajarkan manusia untuk menjaga keseimbangan alam sebagai bentuk pengamalan sila Ketuhanan Yang Maha Esa.
Melalui pendekatan budaya dan kesenian tradisional, masyarakat diajak memahami bahwa merawat lingkungan merupakan bagian dari tanggung jawab moral dan kebangsaan.
Melalui Festival Wayang Beber Pancasila 2026, Kampung Pancasila Kanutan dan Museum Wayang Beber Pancasila berharap warisan budaya Nusantara dapat terus hidup dan menjadi media edukasi yang relevan dalam menjawab tantangan masa depan, termasuk upaya menjaga kelestarian lingkungan demi generasi mendatang.
Hadir pula dalam acara Festival Wayang Beber Pancasila 2026, Kepala Dinas Pendidikan pemuda dan Olahraga Bantul Nugroho Eko Setyanto yang mengapresiasi digelarnya acara ini. Sup
foto kegiatan jamaah di bantul 10/6/2026 Bantul - media pastvnews.com Rasa haru bercampur rasa syukur mewarnai penymmbutan kemablinya para jamaah…
Bantul - Media Binangun Cemerlangtv.co,id, Penyembelihan sapi hewan kurban di Kabupatan Bantul dengan menggunakan "restaning box"(kotak perebah) perlu lebih dimasyarakatkan…