Latest News
  • JAJARAN REDAKSI MENGUCAPKAN TERIMAKASIH KEPADA PEMIRSA YANG TELAH  MELIHAT WEBSITE WWW.BINANGUNCEMERLANGTV.CO.ID, KLIK  YOUTUBE BINANGUN CEMERLANG TV.

Gus Hilmy - Halim Ingin Wujudkan Pendidikan PAI Bantul Makin Baik Melalui IIQ An Nur Yogyakarta


Suasana dan kegiatan bersama senator Gus Hllmy

Bantul- media binanguncemerlangtv.co.id, Anggota DPD DIY (senator) Dr. H Hilmy Mahammad MA (Gus Hilmy) dan Bupati Bantul H. Abdul Halim Muslih bertekad ingin mewujudkan Pendidikan Agama Islam (PAI) di SD dan SMP/madrasah di Kabupaten Bantul semakin baik dimulai, melalui dan dilakukan oleh para master (S2) guru PAI lulusan Institut Ilmu Al Quran (IIQ) An Nur Ngrukem Bantul Yogyakarta.

Harapan itu disampaikanya saat keduanya menjadi pembicara pada Stadium Generale Program Studi Magester (S2) PAI IIQ Yogyakarta dengan tema Teaching for Tomorrow: Menyiapkan Generasi Unggul Melalui Pendidikan Islam yang Moderat dan Transformatif, di intitut ini, Kamis (1/10/2026).

Menurut Gus Hilmy, tantangan pendidikan saat ini adalah anak didik merupakan warga digital (digital native). Mereka lebih suka browsing informasi secara mandiri.

Ini dari konten-konten yang bernarasi singkat dalam bentuk audio-visual. Orientasi mereka tidak lagi pada pekerjaan-pekerjaan yang bersifat konvensional.

Akan tetapi bergeser pada hal-hal yang bersifat kreatif digital (seperti jadi content creator), dan orientasinya lebih pada isu global, seperti pelestarian lingkungan dan perdamaian dan kesetaraan. "Krisis identitas dan penurunan daya juang mewarnai kebanyakan anak muda.

Mereka fomo atau fear of missing out, atau takut ketinggalan tren. Akibatnya yaitu kebanyakan mereka mengikuti tren untuk sekedar memperoleh pengakuan", papar Dr. H Hilmy Muhammad MA. Di ungkapnya, karena mereka mendapatkan pengetahuan secara instan, bukan hasil dari literasi bacaan yang mendalam, maka mereka rentan terkena berita hoaks.

Redefinisi guru PAI yang integratif filosofi Jawa, terkait guru adalah orang yang bisa "digugu dan ditiru". Bukan orang yang diguyu dan ditinggal turu. Digugu, artinya omongannya dapat dipercaya, karena guru memiliki integritas. Omongannya tidak sekadar keluar dari mulut, tapi dari hati.

Tidak pula sekadar omong, namun juga melaksanakan apa yang diomongkan. Agar digugu, maka guru harus bermutu, alias berkualitas dan berintegritas. Berkualitas artinya guru memiliki kompetensi akademik yang mumpuni, dan professional.

Artinya guru mampu menyampaikan materi dan bahan ajar dengan cara yang baik dan mudah dipahami. Supaya ditiru (dijadikan panutan dan diidolakan), maka guru harus berprestasi dan menginspirasi.

Guru yang berprestasi adalah guru yang kreatif dan penuh inovasi. Guru yang menginspirasi adalah yang peduli, kuat motivasi dan penuh kasih sayang. "Strategi pendidikan yang transformatif yaitu pendidikan yang berusaha menggugah pola pikir dan kesadaran kritis, serta mengubah perilaku anak didik.

Pembelajarannya berbasis masalah melalui refleksi yang mendalam, bukan berdasar hafalan.

Strateginya yaitu fokus utama pada pembinaan akhlak atau karakter, yang antara lain mencakup karakter moral meliputi jujur, rendah hati, berani, ramah dan sopan. Karakter kinerjanya kerja keras, disiplin, ulet, tangguh, inisiatif dan tuntas", tambahnya.

Selain itu, menggali dan mengembangkan kompetensi. Komponenya adalah diantaranya kritis mengolah informasi. Kreatif yaitu kemampuan cerdas dan out of box (kharij shunduq). Inovatif yaitu kemampuan mewujudkannya pada tindakan dan hal yang baru.

Komunikatif yaitu bekemampuan berinteraksi dan menyampaikan materi pelajaran dengan bahasa masa depan antara lain kooperatif yakni kemampuan bekerja sama, baik sinergi kemampuan bekerja sama membagi “tugas dan beban” sesuai dengan bagian-bagian yang telah ditentukan dalam suatu perkumpulan.

Kolaborasi dimaksud kemampuan melaksanakan tugas pada perkumpulan yang berbeda-beda dalam tujuan bersama. Kemampuan literasi dan membuka wawasan, bahasa, teknologi dan budaya.

"Semoga IIQ an-Nur terus menjadi mercusuar ilmu dan adab, menjadi perguruan tinggi yang melahirkan generasi Islam yang berakar kuat pada tradisi yang pandangannya luas menembus zaman.

Generasi yang tidak terjebak pada nostalgia masa lalu, tetapi menjadikan masa lalu sebagai pijakan untuk menatap masa depan dengan ilmu, iman dan keberanian. Semoga IIQ benar-benar menjadi dapat menjaga legacy keulamaan, sekaligus mampu melanjutmdkannya dengan gilang gemilang, sebagaimana harapan Amir Syu’ara’, Ahmad Syawqi yaitu Manusia terbaik adalah orang yang memiliki leluhur atau guru atau tradisi yang hebat, dan dia mampu membangun kemuliaan baru untuk dirinya.

Sementara itu, Bupati Bantul H. Abdul Halim Muslih, menegaskan, diharapkan para guru PAI yang kini menempuh S2 di IIQ An Nur nantinya mampu menjadi guru (master) untuk mentranformasikan ilmu keIslaman yang toleran, santun dan tidak menghakimi dan menimbulkan pertentangan faham.

"Hal ini sesuai bahwa dalam Islam tidak ada paksaan (laaikrohafidin). Ajaran azwajan salah satu yang harus ditanamkan pada jiwa anak didik yang dilakukan oleh S2 PAI untuk membentuk karakter siswa", ungkap Andul Halim.

Hal itu, katanya, juga sesuai dengan budaya keberagamaan dan keberagamaan di Bantul yang masyarakatnya merupakan 'religius'. Buktinya bahwa setiap ada hajatan, pada umumnya selalu diisi dengan acara yang bersifat keagamaan dalam arti luas.

Inilah yang harus dijaga Melalui penanaman ajaran Islam yang merupakan 'rahmatan lil' alamin' yaitu rahmat bagi seluruh alam semesta.

Untuk mewujudkan itu, pada saat ini Pemkab Bantul memberikan beasiswa kepada guru PAI SD dan SMP atau sederajat untuk menempuh S2 di IIQ agar mejadi pendidik profesional. Pada kesempatan sama, Rektor IIQ An Nur Yogyakarta, Dr. Ahmad Sihabul Millah MA, dalam sambutanya, menyampaikan, pihaknya menyambut positif dan siap berupaya keras mendukung hal itu melalui diadakanya jenjang S2 PAI di IIQ An Nur Yogyakarta.

"Kini mahasiswa PAI yang menempuh S2 dan mengikuti acara ini ada 32 orang dan sebagamiian mendapatkan beasiswa dari Pemkab Bantul melalui Bupati", ungkap Ahmad Sihabul Millah.

Yang juga ikut menyambut positif dan mendukung mewujudkan hal itu serta menmberikan sambutan diantaranya Direktur Pasca Sarjana IIQ An Nur Yogyakarta, Dr. Moch. Taufiq Ridho M.Pd. Acara juga diisi dengan dialog antara para mahasiswa S2 PAI dengan H. Abdul Halim Muslih dan Gus Hilmy. Sup

Berita Terkait


Tidak Ada Komentar


Tinggalkan Komentar


*) Wajib Diisi