Imogiri media binanguncemerlangtv.co.id, Para Anggota Komisi B DPRD DIY menyambangi (mengunjungi) centra produksi keris Desa Banyusumurup Kalurahan Girirejo Kapanewon Imogiri Kabupaten Bantul.
Acara berlangsung disebuah sanggar atau Kopi Muji Slamet, dengan maksud berdialog untuk lebih mengeliatkan usaha ini, Jumat (11/9/2026) Nampak hadir pada kesempatan itu dari Komisi B DPRD DIY Danang Wahyu Broto, Imam Priyono, Wildan Navis, L. Wulandari dan Sukapdi.
Dari pelaku (perajin) Ketua Paguyuban Empu Keris Banyusumurup Sarjiman dan sejumlah teman seprofesi. Selain itu perwakilan dari Dinas Pariwira Bantul DPPUMKM Bantul.
Mereka berdialog tentang selayang pandang keberadaan dan upaya masa depan bagi produksi keris Banyusumurup.
"Kunjungan ini intinya untuk mencari solusi dan berubupaya bagaimana agar produksi keras di masa mendatang lebih cerah. Pengembagan usaha ini disingkronkan dengan anggaran yang ada di Pemerintah", kata Wildan Nafis.
Sementara itu, Danang Wahyu Broto menyampaikan, kerajinan keris sudah masuk dan diakui oleh Unesco.
Namun masih perlu terus diupayakan agar pangsa pasarnya lebih gairah dan.diperluas.
Tujuanya agar para produsen semakain berdaya dan kuat ekonominya. "Promosi terus ditingkatkan.
Unsur filosofi dan wirausahanya perlu diangkat agar konsumen lebih tertarik", kata Danang.
Sedangkan Imam Priyono, menyatakan, untuk menumbuh kembangkan usaha keris, tentang kelemahan agar justru dijadikan peluang.
"Misalnya konsumen luar negeri takut mistis, justru itu dijadikan peluang menarik agar mereka berminat karena mengerahyu filosofi keris", kata Imam.
Upaya lain yang nyata, kata dia, perlu adanya pelatihan bagi para pramu wisata yang diadakan oleh Dinas.
Selain itu juga diperlukan kebersamaan dan komitmen para perajin dan yang terliabat didalamnya.
Sementara menurut Ketua Paguyuban Empu Keris Banyus Sumurup, Sarjiman, keberadaan industri keris Banyusumurup sejak tahun 1920.
Jumlah empunya ada sekitar 17 orang, puluhan perajin dan 5 kelompok usaha. Sup
Berita Terkait