Napak Tilas Jejak Leluhur Tawang Alun Di Bumi
Blambangan Banyuwangi — Media Binanguncemerl;angtv.co.id, Suasana khidmat dan penuh penghormatan menyelimuti kegiatan Ziarah Agung bertema Napak Tilas Jejak Leluhur, yang digelar oleh Keluarga Besar Tawang Alun bersama GENTA.
Kegiatan ini menjadi sarana menghidupkan kembali ingatan sejarah sekaligus mempererat ikatan kekerabatan dengan para pendahulu yang telah meletakkan dasar kemerdekaan dan kedaulatan Blambangan.
Dalam acara yang sarat makna ini, hadir dan menjadi narasumber sejumlah tokoh yang peduli pada pelestarian warisan leluhur Narotama Donny Osmond, S.H. (Ketua GENTA), Mas Aji Wirabumi (Sejarahwan Blambangan), Wong Agung Mukti Jayadiningrat (Koordinator Acara), serta Den Singo Dilogo, Ki Surya Alam,
Singojoyo Manguntopo, Mas Nirwana Arga Wilis dan beberapa anggota Genta yang turut serta dalam kegiatan tersebut Sabtu 03/10/2026 Ketua GENTA, Narotama Donny Osmond, S.H., menyampaikan bahwa kegiatan ini bukan sekadar perjalanan ziarah semata, melainkan upaya menghidupkan kembali semangat dan nilai-nilai luhur yang ditinggalkan para pendahulu.
Menurutnya, mengenang jejak leluhur adalah cara terbaik memahami jati diri sekaligus meneguhkan langkah ke depan. “Kami ingin generasi kini mengenal siapa para pejuang yang berjuang menjaga kemerdekaan tanah ini.
Semangat yang ditunjukkan leluhur menjadi teladan bagi kita untuk tetap menjaga persatuan dan kebanggaan sebagai anak Bumi Blambangan,” ujar Narotama Donny Osmond S.H. Sementara itu,
Sejarahwan Blambangan, Mas Aji Wirabumi, memaparkan kisah-kisah bersejarah, mulai dari perjuangan Prabu Tawang Alun menyatakan kemerdekaan Blambangan dari kekuasaan Mataram, peran Mas Bagus Wongsokaryo sebagai penasihat agung, hingga kisah Dewi Sekardadu dan Syekh Maulana Ishaq yang melahirkan Sunan Giri bukti bahwa Blambangan adalah tanah yang kaya akan peradaban sekaligus pintu penyebaran Islam di Nusantara.
“Sejarah Blambangan tidak boleh pudar. Di sini terjalin kisah keberanian, kedaulatan, sekaligus kearifan spiritual yang mengakar kuat. Napak tilas ini mengajak kita kembali mengenang bahwa leluhur kita pernah berdiri tegak, berdaulat, dan memberi manfaat bagi dunia,” papar Mas Aji.
Koordinator Acara, Wong Agung Mukti Jayadiningrat, menambahkan bahwa ziarah ini dirancang agar setiap peserta tidak sekadar mengetahui sejarah, melainkan merasakan keterikatan batin dengan para pendahulu.
Ia berharap semangat pengabdian dan kebijaksanaan yang ditunjukkan tokoh-tokoh masa lalu dapat diwariskan dan diwujudkan dalam tindakan nyata di masa kini.
“Kehadiran kita di sini adalah bukti bahwa kita tidak membiarkan sejarah hilang ditelan waktu. Semoga jejak yang kita telusuri hari ini menjadi cahaya yang menuntun langkah generasi penerus,” ujar Wong Agung.
Den Singo Dilogo turut mengingatkan bahwa penghormatan kepada leluhur tidak cukup hanya dengan mengenang masa lalu, melainkan harus dibuktikan dengan menjaga nama baik, melestarikan budaya, dan menjaga persatuan sesama anak bangsa, sebagaimana yang dicontohkan para pendahulu.
“Leluhur berjuang agar kita bisa hidup merdeka dan bermartabat. Tugas kita sekarang adalah menjaga warisan itu tetap utuh dan mewariskannya dalam keadaan baik kepada generasi berikutnya,” tegas Den Singo Dilogo.
Kegiatan Ziarah Agung ini ditutup dengan doa bersama, sebagai wujud syukur sekaligus penghormatan kepada seluruh leluhur Blambangan yang telah mengorbankan pikiran, tenaga, dan jiwa demi kejayaan tanah air. (MSP)
Berita Terkait