Latest News
  • JAJARAN REDAKSI MENGUCAPKAN TERIMAKASIH KEPADA PEMIRSA YANG TELAH  MELIHAT WEBSITE WWW.BINANGUNCEMERLANGTV.CO.ID, KLIK  YOUTUBE BINANGUN CEMERLANG TV.

AKIBAT SEPI, PEMKAB BANTUL LAKUKAN "GELORA SEJAM" DI PASAR BANTUL


Media Digital BInanguncemerlangtv.co.id, Dilandasi rasa kepriharinan akibat kelesuan dan sepi aktivitas perekonomian dan perdagangan yang terjadi di pasar-pasar tradsional, maka Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bantul mengadakan aksi nyata berupa kampanye Gerakan Belanja di Pasar Rakyat Selama Satu Jam (GELORA SEJAM), di Pasar Tradisional Bantul, Jumat (18/9/2026) pagi.

GELORA SEJAM berlangsung di Pintu Utama Pasar Bantul dan dilanjutkan aksi belanja kali ini merupakan inisiatif dan perintah Bupati Bantul H. Abdul Halim Muslih.

Nampak hadir pada kesempatan ini Asisten Peremonomian dan Pembangunan Setda Kabupaten Bantul Fenti Yusdhayanti. Kepala Dismominfo Bantul Singgih Riyadi.

Staf Ahli Bupati Ekononomi dan Perencanaan Bobot Aidin Arifi dan yang lainya. "Ini langkah yang idenya tercetus dari Bapak Bupati H. Abdul Halim Muslih. Latar belakangnya karena resa keprihatinan kondisi dan situasi perdagangan perekonomian di pasar-pasar yang ahir-ahir ini relatif menjadi sepi.

Maka langkah ini menjadi sangat diperlukan", ungkap Kepala Diskominfo Bantul Singggih Riyadi dan Asisten Perekonomian dan Pembagunan Bantul Fenti Yusdhayanti, di sela beraksi belanja.

Dikatakan, aksi semacam ini tepat dan positif untuk mengajak para PNS di Bantul agar bila berbelanja di pasar terdisional. Masyarakat umum juga diharapkan akan mengikuti jika berbelanja juga di pasar tradisioanl.

"Hal ini sebenarnya sesuai dengan budaya yang ada di DIY yang juga terkait dengan keistimewaan propinsi ini", sambungnya.

Menurutnya, Budaya masyarakat di DIY termasuk Bantul adalah gotong royong, melestarikan budaya dan sejarah, serta kental dengan guyub rukun - gotong royong.

Maka menghidupkan kembali passr tradisional sesuai dengsn budaya DIY (Bantul) yang sejak dahulu passr tradsional sebagai pusat perdagangan serta ekonomi yang tujuanya untuk kebersamaan maupun kemakmuran.

"Memang saya berbelanja bahkan barang belanjaanya salah satunya berupa telur angsa. Semoga nanti gelora dan aura pasar dapat tumbuh kembali", tutur Singgih sambil kelekar tawa.

Sementara itu, sejumlah pedagang menyampaikan dan membenarkan ahir- ahir ini sejak sekitar 6 bulan lalu aktivitas perdagangan dan perekonomian dipassr sepi dan lesu. "Semula banyak pedagang yang membuka lapak ramai konsumen.

Namun kini lain kondisinya. Kini sepi Pak. Kami ak tahu persis penyebabnya", ungkap sejumlah pedagang.

Menurut mereka, konsumen dan pedagang yang berkulakan (belanja) di pasar mengurangi volume pembelian.

Mereka mengurangi jumlah pembelian karena juga sulit untuk memasarkanya kembali Masyarakat non pedagang juga mengurangi volume pembelian karena kemungkinan kondisi ekonomi. Mereka semakin berperhitungan dalam membelanjakan uang. Sup

Berita Terkait


Tidak Ada Komentar


Tinggalkan Komentar


*) Wajib Diisi